Senin, 06 April 2026

Indocement Raih Laba Bersih Rp2,25 Triliun di 2025, Fokus pada Efisiensi Biaya

Foto (istimewa)

indolocalfokuspost - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) membukukan laba bersih Rp2,25 triliun pada 2025, naik 12% dari tahun sebelumnya. 

Pendapatan neto perusahaan turun 4,4% menjadi Rp17,73 triliun, sementara volume penjualan semen dan klinker mencapai 19,94 juta ton, turun 2,7%.


Kinerja keuangan Indocement menunjukkan laba kotor mencapai Rp5,77 triliun dengan margin laba kotor 32,5%. Beban usaha menurun 1,1% menjadi Rp3,68 triliun. 

Margin laba usaha tercatat 15,3% dan margin EBITDA 24,1% pada 2025. Posisi kas kuat sebesar Rp5,9 triliun per 31 Desember 2025.

Indocement fokus pada efisiensi biaya dan penggunaan bahan bakar alternatif untuk meningkatkan daya saing. Perkiraan pertumbuhan permintaan semen akan meningkat pada kuartal II 2026, didukung oleh musim kering dan peningkatan belanja konstruksi. Namun, ketidakpastian geopolitik dan kenaikan biaya energi masih menjadi risiko.

Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi tahunan 33,5 juta ton semen. Perusahaan memiliki 14 pabrik dan beberapa fasilitas lainnya di seluruh Indonesia.

Pencapaian 2025 termasuk pengoperasian fasilitas pengumpan biomassa di Kompleks Pabrik Grobogan, perpanjangan perjanjian sewa pakai operasi Pabrik Maros, akuisisi dua terminal semen, dan kemitraan dengan PT Cipta Mortar Utama.

Mengenai Indocement

Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali,Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan. Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.100 orang. 

Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen. Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur. Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo. 

Heidelberg Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001.


(red/Rizal)

0 comments:

Posting Komentar