Tampilkan postingan dengan label DRPD Kotabaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DRPD Kotabaru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2026

Kerja Sama DPRD dan Media Kotabaru Terus Ditingkatkan

Foto (Dok.indolocalfokuspost)

Ketua DPRD Kotabaru, Hj Suwanti, menggelar halal bihalal dengan awak media di Yiddaz Cafe, Minggu (29/3/2026) malam, dalam rangka mempererat hubungan antara DPRD dan media. Acara ini dihadiri oleh beberapa pejabat daerah, termasuk Kepala Desa Sungai Taib, Sunarto.


"Selama ini kerja sama antara DPRD dengan media alhamdulillah terjalan dengan baik, dan mudah-mudahan ke depannya juga lebih baik lagi," ujar Hj Suwanti.

Hj Suwanti juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan support awak media yang berhadir, serta berharap agar kerja sama ini dapat terus berlanjut. "Kami mengucapkan terima kasih dan kami dari DPRD perlu support dan informasi terkait persoalan-persoalan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Taib, Sunarto, juga mengaku dekat dengan media dan siap menjawab pertanyaan dengan apa adanya. "Bersama para media juga berjalan baik dan berjalan lancar. Apapun yang ditanyakan saya jawab dengan apa adanya yang penting kita sama sama melaksanakan tugas," katanya. Acara halal bihalal ini diakhiri dengan foto bersama dan suasana yang hangat dan akrab."


(rill)

Rabu, 04 Maret 2026

Komisi II DPRD Kotabaru Sidak SD, Pastikan Makan Bergizi Gratis Aman

Foto (Istimewa)

indolocalfokuspost - Komisi II Kabupaten Kotabaru  melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) memantau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).pada Selasa (03/03/26).

Langkah ini diambil sebagai respons atas laporan masyarakat dan upaya memastikan kualitas makanan siswa sesuai standar kesehatan pemerintah.

Di SDN 2 Semayap, Abu Suwandi, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, memimpin tim sidak meninjau distribusi menu makanan bersama anggota lainnya. "Kami datang untuk memastikan apa yang diterima anak-anak kita benar-benar bergizi dan higienis. Program ini adalah investasi masa depan, jadi tidak boleh ada kompromi soal kualitas," ujarnya.

Tim menemukan menu yang beragam, seperti tempe, abon ayam, kurma, dan roti tawar. Namun, mereka tetap meminta agar komposisi gizi tetap seimbang setiap harinya. Komisi II menegaskan akan terus melakukan pengawasan rutin dan meminta pengelola dapur MBG segera berbenah jika ditemukan ketidaksesuaian.

"Tujuan kami bukan sekadar mencari kesalahan, tapi mendorong perbaikan sistem pengawasan agar program nasional ini berjalan optimal dan aman bagi seluruh peserta didik," kata Suwandi. 

Pengawasan ini diharapkan menjadi evaluasi bagi pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan distribusi dan standar mutu Makan Bergizi Gratis.


(Red/Zal)

Senin, 02 Maret 2026

Harga Tiket Pesawat Kotabaru - Banjarmasin Membubung, Komisi II DPRD Turun Tangan

Foto (istimewa)


indolocalfokuspost - Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru menggelar rapat kerja bersama pemangku kepentingan untuk memastikan transportasi udara berjalan lancar menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Senin (2 Maret 2026).

Rapat ini dipimpin Wakil Ketua Komisi II H. M. Suhartono dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perhubungan, dan Pengelola Bandara Gusti Syamsir Alam.

Isu utama yang dibahas adalah harga tiket pesawat yang tinggi, yaitu Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta untuk rute Kotabaru-Banjarmasin, yang dinilai memberatkan masyarakat.

Komisi II khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, maskapai akan mengurangi frekuensi atau bahkan menghentikan layanan."Jika ini dibiarkan, kita khawatir penerbangan makin jarang atau bahkan terhenti. Padahal bandara sangat vital bagi mobilitas dan ekonomi daerah," kata Ketua Komisi II, Abu Suwandi.

Sementara itu, pihak Bandara Gusti Syamsir Alam menyampaikan bahwa pengawasan maskapai berada di bawah otoritas bandar udara wilayah Surabaya serta Direktorat Angkutan Udara di Jakarta. Bandara hanya berperan menghimpun dan melaporkan data operasional sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terkait tarif batas atas dan batas bawah.

Komisi II juga menyoroti pembatalan penerbangan yang sering terjadi secara mendadak dan meminta maskapai mempertimbangkan dampak sosialnya. Sebagai hasil rapat, Komisi II merumuskan langkah-langkah, termasuk koordinasi dengan manajemen pusat Lion Group dan membuka peluang komunikasi dengan maskapai lain untuk mendorong persaingan tarif.
"Kami ingin memastikan transportasi jelang Lebaran berjalan lancar, harga tiket lebih rasional, dan masyarakat tidak dirugikan," kata Wakil Ketua

Komisi II, H. M. Suhartono.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Wings Air, Muhammad Fitryan, menjelaskan bahwa kebijakan tarif dan operasional sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen pusat. Pihaknya di daerah hanya melaporkan perkembangan jumlah penumpang. Ia mengungkapkan, pada Februari lalu terdapat beberapa penerbangan yang dibatalkan karena jumlah penumpang kurang dari 10 orang. Namun, tren menjelang Lebaran mulai menunjukkan peningkatan.

(rill)