Breaking News

    Desember Tuntas 100%! Disnak Kotabaru Kebut Salurkan Bantuan Ayam, Sapi, Kambing ke Kelompok Ternak

    Foto.Dok (Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kotabaru)
    indolocalfokuspost, KOTABARU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kotabaru menargetkan seluruh kegiatan fisik serta penyaluran bantuan kepada kelompok ternak dapat terealisasi 100 persen pada Desember 2026.

    Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan DKPP Kotabaru, drh. Teguh Arief Rahman, menyatakan optimismenya bahwa seluruh program di semester kedua ini dapat tuntas tepat waktu.

    "Target kami di semester dua ini semua kegiatan fisik 100 persen terlaksana dan bantuan diterima langsung oleh kelompok tani," ujar Teguh saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026).

    Distribusi Bantuan dan Pengadaan Ternak

    Bantuan yang disalurkan mencakup komoditas ayam, itik, sapi, kambing, hingga pakan. Kontrak pengadaan dengan penyedia ditargetkan rampung bertahap mulai Oktober hingga Desember 2026. Sebagian bantuan telah terealisasi, sementara sisanya dijadwalkan mulai didistribusikan (dropping) pada akhir Agustus.
    Foto.(drh. Teguh Arief Rahman,  Kabid Perternakan dan Kesehatan Hewan)
    Teguh menjelaskan, proses pengadaan membutuhkan waktu karena ternak didatangkan dari luar kabupaten sehingga harus memenuhi prosedur ketat, mulai dari syarat lalu lintas ternak, pemeriksaan kesehatan, hingga uji laboratorium.

    Selain bantuan ternak, DKPP Kotabaru juga tengah menyiapkan lahan untuk program pengembangan Hijauan Pakan Ternak (HPT).

    Layanan Kesehatan Hewan dan Inseminasi Buatan

    Di samping penyaluran bantuan, pelayanan dasar peternakan seperti vaksinasi dan Optimalisasi Reproduksi/Inseminasi Buatan (IB) terus berjalan. Saat ini, distribusi obat dan vaksin difokuskan untuk mengantisipasi penyakit Jembrana.

    Untuk peningkatan populasi, DKPP Kotabaru kembali mengadakan semen beku sexing hasil kerja sama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Teknologi ini memiliki tingkat akurasi kelahiran jenis kelamin jantan atau betina hingga 75 persen.

    Kotabaru Masih Defisit Daging dan Telur

    Meski populasi ternak menunjukkan tren positif, Teguh mengakui Kotabaru belum mandiri dalam memenuhi kebutuhan daging dan telur lokal. Pasokan pasar saat ini masih bergantung pada daerah tetangga, seperti Kabupaten Tanah Laut.

    Tingginya biaya operasional pakan serta keterbatasan modal menjadi kendala utama warga dalam memulai usaha ayam petelur. Di sisi lain, untuk komoditas sapi potong, kendala bersumber pada ketersediaan stok sapi siap potong di tingkat peternak.

    "Kebutuhan pemotongan di Pasar Kemakmuran rata-rata tiga ekor per hari. Namun, sapi jantan di masyarakat mayoritas masih dalam tahap pembibitan dan baru dijual saat peternak terdesak kebutuhan," jelasnya.


    Pengawasan Keamanan Pangan dan Hilirisasi

    Menyokong program Kabupaten/Kota Aman Pangan, Disnak Kotabaru rutin menggelar uji sampel pada produk pangan asal hewan, seperti daging segar, bakso, hingga produk olahan di toko frozen food.

    Terkait hilirisasi produk, potensi lokal yang telah berjalan resmi baru sebatas pengolahan telur asin dan susu segar kemasan. Adapun produk olahan daging seperti abon belum masuk dalam data resmi dinas.

    Dorongan untuk Regenerasi Peternak

    Hingga kini, Disnak Kotabaru belum memiliki program khusus yang menyasar peternak milenial. Data dinas menunjukkan mayoritas pengelola ternak di Kotabaru saat ini berusia di atas 40 tahun.

    Teguh berharap bantuan stimulus dari pemerintah daerah dapat mendorong kelompok tani perdesaan untuk terus berkembang. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan skala usaha peternak, misalnya dari kepemilikan 5 ekor menjadi 20 hingga 30 ekor.

    "Kami berharap seluruh program prioritas, termasuk Pengembangan Kawasan Ternak Terpadu Tahap I, dapat rampung secara fisik pada akhir tahun ini," pungkasnya.


    (Red/Rizal)
    Previous Post Next Post

    نموذج الاتصال