![]() |
| Foto (istimewa) |
Rapat dihadiri Wakil Bupati Syairi Mukhlis, http://S.Sos., Wakil Ketua TP PKK Siti Khadijah Syairi, Kepala DP3APPKB Ir. Sri Sulistyani, Kepala Pengadilan Agama, kepala SKPD, serta Camat Sampanahan beserta jajaran.
Kepala DP3APPKB Ir. Sri Sulistyani melaporkan, penilaian PK2D 2026 dijadwalkan 20 Mei 2026 di Kecamatan Sampanahan. Program ini jadi upaya strategis pemerintah memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan SDM.
“Keluarga berkualitas akan lahirkan generasi sehat, berpendidikan, berkarakter. Butuh kolaborasi seluruh perangkat daerah dan pemangku sosial,” kata Sri.
Ia menyebut skor ketahanan keluarga Kotabaru saat ini 73,6 atau masih kategori cukup responsif gender. Tahun 2025, 4 desa masuk kategori utama. Target 2026 adalah skor 75 ke atas agar masuk pengarusutamaan gender.
![]() |
| Foto (istimewa) |
“Skor responsif gender dan hak anak sudah cukup baik, tapi harus meningkat saat penilaian provinsi Mei nanti. Ini tanggung jawab Pemda hingga desa dan masyarakat,” ujar Wabup.
Rapat dibuka resmi oleh Wakil Ketua TP PKK Siti Khadijah Syairi. Ia menekankan keluarga adalah unit terkecil masyarakat yang jadi pondasi lahirnya generasi sehat, cerdas, berakhlak, serta punya ketahanan sosial dan ekonomi.“Rapat ini bukan sekadar kejar nilai Mei 2026, tapi wadah evaluasi kerja nyata tingkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga di Kotabaru,” ucap Siti Khadijah.
Ia mengajak semua perangkat daerah, ormas, hingga pemerintah desa/kelurahan berkolaborasi dengan semangat gotong royong. “Keberhasilan PK2D cerminkan keberhasilan membangun keluarga tangguh dan sejahtera di Kotabaru,” tambahnya.
![]() |
| Foto (istimewa) |


