![]() |
| Foto (istimewa) |
Ia menegaskan, kunci keberhasilan ILASPP bergantung pada kolaborasi aktif seluruh pihak, termasuk Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Ibu dan Bapak sekalian, kami minta partisipasi aktif dari setiap satker. Mari berkomunikasi dan berdiskusi intensif agar kendala dalam pelaksanaan ILASPP bisa diatasi,” ujar Sekjen ATR/BPN.
Implementation Support Mission ILASPP berlangsung 20–28 April 2026. Kegiatan ini menjadi instrumen penting untuk meninjau progres implementasi proyek secara menyeluruh, mengidentifikasi isu dan tantangan strategis, serta menyepakati langkah percepatan. Aspek yang ditinjau mencakup pengadaan, pengelolaan keuangan, hingga implementasi teknis di setiap komponen.
ILASPP dirancang berjalan lima tahun, 2025–2029. Proyek kolaborasi lintas kementerian/lembaga serta mitra pembangunan ini mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia.
Dalu Agung Darmawan menjelaskan, sejumlah target fisik ILASPP 2026 telah ditetapkan, tetapi pelaksanaannya masih perlu percepatan. Proyek ini menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijaga akuntabilitas dan standar kualitasnya.
“Besar harapan kami, ILASPP tidak hanya memberi manfaat nyata, tetapi juga menjadi langkah penting memperkuat pengelolaan pertanahan dan tata ruang di republik ini,” ujar Dalu Agung Darmawan.
Perwakilan Bank Dunia, Senior Land Administration Specialist sekaligus Task Team Leader ILASPP, Willem van der Muur, mengapresiasi capaian seluruh satker lintas kementerian/lembaga. Menurutnya, ILASPP jadi salah satu proyek dengan kinerja terbaik dalam portofolio Bank Dunia di Indonesia.
“Kami sampaikan apresiasi kepada tim pelaksana serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berperan aktif dalam proses ini,” tutur Willem van der Muur.
Dalam forum terbuka itu, Willem menyoroti sejumlah tantangan ILASPP yang perlu dibahas mendalam. Ia menilai, diskusi terbuka akan membantu perbaikan pelaksanaan ke depan. “Untuk menjaga momentum anggaran dan pelaksanaan, kami harap proses ini segera diselesaikan. Bank Dunia selalu siap membantu,” tambahnya.
Kick Off ini turut dihadiri Dirjen SPPR Virgo Eresta Jaya; Plt. Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama sekaligus Direktur Unit Manajemen ILASPP, Andi Tenri Abeng, beserta jajaran. Hadir mewakili kementerian/lembaga terkait, Direktur Tata Ruang, Perkotaan, Pertanahan dan Penanggulangan Bencana Bappenas, Dody Virgo Sinaga; serta jajaran BIG, Kemendagri, dan Kementerian Keuangan, baik luring maupun daring.
ILASPP dirancang berjalan lima tahun, 2025–2029. Proyek kolaborasi lintas kementerian/lembaga serta mitra pembangunan ini mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia.
Dalu Agung Darmawan menjelaskan, sejumlah target fisik ILASPP 2026 telah ditetapkan, tetapi pelaksanaannya masih perlu percepatan. Proyek ini menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijaga akuntabilitas dan standar kualitasnya.
“Besar harapan kami, ILASPP tidak hanya memberi manfaat nyata, tetapi juga menjadi langkah penting memperkuat pengelolaan pertanahan dan tata ruang di republik ini,” ujar Dalu Agung Darmawan.
Perwakilan Bank Dunia, Senior Land Administration Specialist sekaligus Task Team Leader ILASPP, Willem van der Muur, mengapresiasi capaian seluruh satker lintas kementerian/lembaga. Menurutnya, ILASPP jadi salah satu proyek dengan kinerja terbaik dalam portofolio Bank Dunia di Indonesia.
“Kami sampaikan apresiasi kepada tim pelaksana serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berperan aktif dalam proses ini,” tutur Willem van der Muur.
Dalam forum terbuka itu, Willem menyoroti sejumlah tantangan ILASPP yang perlu dibahas mendalam. Ia menilai, diskusi terbuka akan membantu perbaikan pelaksanaan ke depan. “Untuk menjaga momentum anggaran dan pelaksanaan, kami harap proses ini segera diselesaikan. Bank Dunia selalu siap membantu,” tambahnya.
Kick Off ini turut dihadiri Dirjen SPPR Virgo Eresta Jaya; Plt. Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama sekaligus Direktur Unit Manajemen ILASPP, Andi Tenri Abeng, beserta jajaran. Hadir mewakili kementerian/lembaga terkait, Direktur Tata Ruang, Perkotaan, Pertanahan dan Penanggulangan Bencana Bappenas, Dody Virgo Sinaga; serta jajaran BIG, Kemendagri, dan Kementerian Keuangan, baik luring maupun daring.
(Rill/Red)
