![]() |
| Foto (istimewa) |
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, S.Sos, mewakili Bupati Kotabaru. Program SIAGA menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan ruang pengaduan, konsultasi, edukasi, serta advokasi terkait perlindungan perempuan, perlindungan anak, dan persoalan sosial di masyarakat.
Acara turut dihadiri Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kotabaru, Staf Ahli Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kotabaru, Forkopimda, kepala perangkat daerah terkait, Ketua dan Anggota Forum Anak Daerah (FAD) Kotabaru, serta Ketua dan Anggota Duta Genre Kotabaru.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kotabaru mengapresiasi pelaksanaan kegiatan di area Car Free Day. Menurutnya, momentum ini menjadi media edukasi publik yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Saya berharap kegiatan SIAGA ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mampu membangun keberanian masyarakat untuk melapor, meningkatkan kepedulian sosial, dalam menciptakan Kabupaten Kotabaru yang aman, ramah perempuan, dan layak anak.” ucap Syairi.
Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama mencegah segala bentuk kekerasan dan perundungan. “Jadikan keluarga sebagai tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak kita,” katanya.
“Semoga kegiatan Sistem Aduan dan Giat Advokasi (SIAGA) ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kotabaru.” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kabupaten Kotabaru Sri Sulistyani menyampaikan bahwa SIAGA dilaksanakan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengaduan, konsultasi, dan edukasi terkait pendampingan sosial perlindungan perempuan dan anak.
“Melalui kegiatan (SIAGA) ini, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat mengetahui ke mana harus mengadu ketika mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan seperti, diskriminasi, penelantaran, maupun permasalahan sosial lainnya.” ujarnya.
Sri Sulistyani juga menjelaskan bahwa kegiatan SIAGA di car free day menghadirkan tenaga ahli di antaranya psikolog dan konselor dari bagian hukum. Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin UPTD PPA setiap bulan.
(Rill/Zal)
