![]() |
| Foto.(istimewa) |
Pelaksanaan SPTB berlangsung pada 1-4 Juli 2026 di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta DIY, serta pada 2 Juli 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor. Total 2.114 peserta mengikuti seleksi tahun ini.
Di tengah rangkaian seleksi, tampak semangat dan optimisme para calon taruna/i dari berbagai daerah yang ingin mengabdikan diri kepada bangsa melalui pendidikan di Politeknik Agraria STPN.
Semangat itu ditunjukkan Aditya Rahman 17, calon taruna asal Bandung, Jawa Barat. Ia memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan MPRP karena menilai Indonesia memiliki potensi wilayah besar yang perlu didukung penataan ruang berkualitas.
“Saya tetap semangat dan optimis dalam mengikuti ujian kali ini karena saya ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan akan sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Aditya Rahman.
Untuk mewujudkan cita-citanya, Aditya mempersiapkan diri dengan mempelajari matematika, pengetahuan umum, hingga pengetahuan dasar pertanahan. Ia juga aktif mencari informasi mengenai Politeknik Agraria STPN serta berdiskusi dengan para senior.
Usai mengikuti ujian, Aditya mengaku sempat merasakan ketegangan. Namun ia menilai sebagian besar materi sesuai dengan yang dipelajarinya, meski peserta dituntut lebih teliti memahami soal berbentuk narasi.
Ingin Dalami Bidang Pertanahan
Semangat yang sama ditunjukkan Malika Putri Aprilia Permana 18, calon taruni asal Karawang, Jawa Barat. Ia memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah KMPT karena meyakini bidang pertanahan dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam,” ujar Malika Putri Aprilia Permana.
Demi mewujudkan impiannya, Malika mengaku telah mempersiapkan diri sejak kelas XII dengan belajar rutin dan mengerjakan latihan soal.
Meski menemukan beberapa soal berbeda dari materi yang dipelajari, Malika menilai tantangan terbesar ada pada diri sendiri. “Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimis dan saya berusaha tetap percaya diri,” pungkasnya.
Peserta yang dinyatakan lolos pada tahapan ini akan mengikuti seleksi lanjutan berupa tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara sebelum diumumkan sebagai calon taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027.
(Rill/Red)
