![]() |
| Foto (istimewa) |
Untuk mengakomodasi kebutuhan kompetensi, Politeknik Agraria STPN menyelenggarakan 4 program studi Sarjana Terapan:
1. Pertanahan
2. Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah
3. Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan
4. Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan
Keempat prodi dirancang menghasilkan lulusan kompeten di bidang administrasi & hukum pertanahan, pendaftaran tanah, penataan ruang, serta survei dan pemetaan. Kompetensi didukung kemampuan pengelolaan data spasial dan informasi pertanahan untuk layanan pertanahan modern.
Sri Yanti Achmad menyebut kampus ini berbeda karena fokus khusus pada agraria, pertanahan, dan tata ruang. Kurikulumnya multidisiplin, tidak hanya pemetaan, tapi juga hukum, kepastian subjek-objek hak tanah, penataan ruang, perencanaan wilayah, hingga ilmu kebumian.
Selain hard skill, sistem pendidikan berasrama juga membentuk karakter, integritas, dan kemampuan sosial taruna. “Yang kami bangun tidak hanya keterampilan, tetapi juga karakter dan integritas. Itu bagian penting pendidikan di Politeknik Agraria,” jelasnya.
Sri Yanti mengajak siswa kelas XII SMA/sederajat mempertimbangkan Politeknik Agraria STPN sebagai pilihan pendidikan tinggi. “Kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik berkontribusi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” pungkasnya.
Info lengkap penerimaan taruna baru bisa diakses di laman resmi http://stpn.ac.id dan media sosial resmi Politeknik Agraria STPN untuk syarat, tahapan seleksi, jadwal pendaftaran, dan kegiatan kampus.
(Rill/Red)
