![]() |
| Foto (istimewa) |
Pagelaran dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kotabaru, Minggu Basuki, Kepala Disdikbud Akhmad Romansyah, Kepala Diskoperindag Risa Ahyani, Kepala Diskominfo Gusti Abdul Wakhid, pelaku seni tari, dan undangan.
Bupati Kotabaru Muhammad Rusli dalam sambutan tertulis yang dibacakan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Minggu Basuki menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kita dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya khususnya seni tari karena menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan daerah kita dengan keragaman budaya yang luar biasa. "Kegiatan ini bukan hanya menampilkan keindahan seni, tapi juga memperkuat rasa cinta budaya lokal," ujarnya.
Ia menambahkan, pagelaran menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan menjaga warisan budaya di era modernisasi. "melalui seni tari kita bisa mempererat persatuan, memperkuat identitas daerah, dan memperkenalkan kekayaan budaya Kotabaru ketingkat yang lebih luas lagi"Kata Basuki.
![]() |
| Foto (istimewa) |
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru Akhmad Romansyah mengatakan, dengan adanya pegelaran tari dunia ini secara tidak langsung membantu melestarikan budaya tari di Kabupaten Kotabaru.
"Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan, ke depan sanggar seni tari bisa berkolaborasi dengan disdikbud sehingga acara lebih meriah. mari bersama menjaga budaya lokal kita," ucapnya.
Pemkab Kotabaru mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pagelaran Hari Tari Sedunia 2026 sebagai upaya pelestarian budaya lokal.
(Rill/Red)

