![]() |
| Foto (istimewa) |
Bupati Muhammad Rusli mengatakan panen raya ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya produksi padi sebagai komoditas strategis daerah.
“Panen ini dalam satu hektar berkisar 4,8-5 ton, mudah-mudahan ini menjadi peningkatan pangan khususnya di Kabupaten Kotabaru, karena ini salah satu untuk mencapai kesejahteraan masyarakat kita dibidang pangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, program pertanian akan terus dikembangkan agar Kotabaru dapat menjadi lumbung pangan.
“Kami pemerintah daerah beserta jajaran akan terus menerus mendukung peningkatan disektor pertanian khususnya peningkatan pangan, tentu sektor pertanian ini akan kita kembangkan, kita tingkatkan, kita dukung, sehingga nantinya kotabaru akan menjadi lumbung pangan,” harapnya.
Wakil Bupati Syairi Mukhlis menyampaikan salah satu kendala yang dihadapi petani adalah kurangnya alat pertanian. Menurutnya, Bupati telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan melalui APBD, sementara untuk kebutuhan yang lebih besar akan diusulkan ke pemerintah pusat.
“Ditahun kemarin di 1.000 hektar, tahun ini ditargetkan 2.000 hektar, untuk mendukung percepatan produktivitas padi di ketahanan pangan Kotabaru, otomatis peralatan pertanian juga harus di dukung,” tambahnya.
Bupati bersama rombongan meninjau lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) program Kementerian Pertanian tahun 2025 di Desa Teluk Mesjid seluas 41,85 hektar. Panen raya dilakukan di Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 54 hektar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimda, Ketua DPRD, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Staf Ahli, Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian, SKPD, serta Camat Pulau Laut Timur.
(Rill/Zal)
